Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Maret 2016

15 Tahun, 6 Buku, 99 Keping; Supernova

Supernova adalah seri yang baru kudapati eksistensinya sekitar 4 tahun yang lalu. Sebagai seseorang yang hidup dan besar di pedalaman Kalimantan sampai tahun 2009, Supernova sangat jauh dari jangkauan. KPBJ, Akar, dan Petir, ketiganya rilis sebelum tahun 2006, dirilis saat saya masih dalam-dalamnya di pedalaman. Jauh dari peradaban bernama Toko Buku. Pada saat peluncuran Supernova #4: Partikel, saat saya sudah berkuliah di Bandung, barulah saya mengetahui adanya seri ini.

Waktu itu saya sedang mengunjungi sebuah toko buku diskon di Bandung. Biasa, lagi belanja bulanan. Dari pintu masuk langsung disambut sekumpulan buku dengan cover hitam dan simbol-simbol aneh sebagai sampulnya. Don't judge the book by its cover. And I judged it by its cover. Hitam, simbolnya aneh, pengarangnya orang Indonesia. Ya, waktu itu saya masih skeptis dengan novel karangan orang Indonesia. Udah gitu, gaada tulisan bestseller atau semacamnya di sampul. Akhirnya buku-buku itu dicuekin begitu saja.

Tahun demi tahun berlalu. Melewati Rectoverso, Madre, dan Perahu Kertas yang dijadikan film. Sampai akhirnya tiba di penghujung 2014, saat seorang maniak buku mengirimkan gambar Supernova #5: Gelombang yang baru saja dibelinya. "Ini buku apaan?" batinku bingung.


Dengan senang hati dan menggebu-gebu, sang maniak menjelaskan gambaran besar tentang Supernova. Mulai dari siapa pengarangnya, sampai bagaimana isinya bisa memberikan pengaruh pada kehidupan orang lain. Saat inilah aku bertekat mencoba Supernova.

Novel Dewi Lestari (Dee) pertama yang kupunya adalah Rectoverso, sekitar tahun 2015. Edisi tebal dengan kertas berat dan beberapa ilustrasi yang ciamik. Cerita dan lagu di dalamnya sukses membuatku jatuh cinta terhadap gaya penulisan Dee. Dan disini pula lah tersadar bahwa Dee adalah orang yang menyanyikan lagu Malaikat Juga Tahu. Gosh, telat banget!

Setelah itu beli Filosofi Kopi, Madre, dan Perahu Kertas. Akhirnya makin cinta sama gaya nulisnya *kyaaaaa*. Inilah saat-saat yang menandakan perburuan buku Supernova dimulai.

Buku Supernova sebenarnya berhamburan di semua toko buku besar. Tapi sebagai seseorang yang 'agak' perfeksionis, mencari buku Supernova ini menjadi sesuatu yang susah. Tak lain dan tak bukan karena edisi yang beredar di pasaran adalah edisi cetak ulang dengan ukuran lebih kecil (travel size). Selain itu covernya juga tidak berwarna hitam polos. Cih, kemaren benci ama covernya yang hitam polos, sekarang malah cinta.

Perburuan di beberapa toko buku lokal tak membuahkan hasil. Begitu juga beberapa toko buku online kesayangan, sama-sama out of stock. Akhirnya, mencoba mencari buku bekas ke Kaskus. Memang kalau jodoh pasti bertemu, ditemukanlah Supernova 1-5 dengan ukuran besar dan cover hitam. ASLI. Beberapa bukunya masih segel, pula. Dibandrol dengan harga 300k termasuk ongkos kirim dari Makassar.


Supernova #1: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh (KPBJ)



Dirilis sekitar tahun 2001, adalah pembuka dari seri Supernova. Novel ini terkenal dengan bahasanya yang berat, dan topik yang agak sensitif untuk diangkat. Karena isinya yang campur aduk, banyak orang yang bingung meletakkan buku ini dalam genre mana.

Berkisah tentang 'sepasang kekasih' yang menulis sebuah novel. Tanpa mereka sadari, apa yang mereka tulis di novel itu juga terjadi di dunia nyata. Sampai akhirnya mereka dihubungi oleh cyber avatar yang disebut Supernova.

Dalam satu buku ini, Dee sukses membuat saya jatuh cinta pada sosok Diva (walaupun profesi sang Diva ini adalah seorang...). Alhasil, ditamatkan dalam waktu kurang dari seminggu.


Supernova #2: Akar


Sekuel dari KPBJ yang dirilis tahun 2002 (kalau tidak salah). Logo yang terpampang di cetakan pertamanya mengundang kontroversi, sehingga pada cetakan kedua dan seterusnya digunakan logo Flower of Life.

Walaupun ini adalah sekuel, namun cerita yang disampaikan sama sekali berbeda. Tokoh dalam novel kali ini, Bodhi, pun adalah tokoh yang sama sekali baru. Tokoh-tokoh di buku KPBJ pun tidak pernah masuk dalam cerita si Bodhi.

Kalau buku pertama mengisahkan tentang cinta (dan beberapa istilah rumit), buku Akar ini mengisahkan perjalanan hidup seorang anak yatim piatu bernama Bodhi di beberapa negara. Mulai dari Indonesia, Thailand, Kamboja, Laos, lalu kembali lagi ke Indonesia. Semua dilakukan dalam rangka pencarian jati diri.

Selama kunjungan di Thailand, Bodhi bertemu seseorang bernama Kell yang mengajarinya seni tato, yang akhirnya menjadi 'profesi'nya sekembalinya ke Indonesia.

Overall, buku ini gak kalah 'berat' bila dibandingkan dengan KPBJ. Ditamatkan dalam waktu beberapa hari kerja.


Supernova #3: Petir



This is my favorite book from the entire series.

Lagi-lagi, walaupun ini sekuel dari dua buku sebelumnya, namun hampir tak ada kaitannya sama sekali dengan KPBJ ataupun AKar.

Berkisah tentang seorang anak perempuan bernama Elektra Wijaya, atau lebih akrab dipanggil Etra. Etra hidup dengan kakak perempuannya yang bernama Watti (yap, dobel t), dan ayahnya (dipanggil Dedi, plesetan Daddy) yang bekerja sebagai tukang servis barang elektronik.

Setelah Dedi meninggal, dan Watti menikah lalu pindah ke Papua, Etra harus hidup sendirian di Bandung. Berbagai rangkaian peristiwa mengantarkannya kepada beberapa orang penting dalam hidupnya. Etra yang tadinya culun, berubah menjadi seorang terapis listrik.

Kenapa buku ini favoritku? Etra sebenarnya adalah tokoh paling 'biasa' (arguable) yang ada di seluruh seri Supernova. Namun kisah perjalanan hidupnya adalah yang paling masuk akal diantara seluruh seri. Sebagai pecinta roman (tolong bedakan dengan romance), Akar dan Petir sukses membuatku semakin cinta kepada Dee. Tapi Petir ini sarat dengan kejadian yang saling berhubungan. Butterfly Effect kalo bahasa kerennya. Kalau diartikan secara kasar, artinya adalah suatu kejadian yang memicu kejadian lain di masa depan. Ya, Petir penuh dengan kejadian seperti itu. Terlebih lagi, kisah Etra dibumbui dengan begitu banyak humor.

Hidup Etra! #TeamEtra

Untuk pertamanya, seri Supernova kuhabiskan dalam satu hari kerja.


Supernova #4: Partikel



Terbit sekitar tahun 2012, 8 tahun sejak terbitnya Petir. Jeda waktu yang sangaaat lama jika dibandingkan dengan buku sebelumnya. Selama jeda 8 tahun itu, Dee menulis beberapa novel lain. Salah satu diantaranya adalah Perahu Kertas.

Seperti dua buku sebelumnya, Partikel juga merupakan roman dari si tokoh utama. Kali ini tokoh utama kita bernama Zarah Amala. Ayah Zarah, Firas, mendidik Zarah dengan cara yang sangat berbeda dari anak seusianya. Zarah tidak bersekolah, namun diajarkan langsung oleh Ayahnya yang ahli biologi dan mikologi (ilmu yang mempelajari tentang jamur).

Suatu hari Firas menghilang. Berbekal dengan berjilid-jilid jurnal ayahnya yang secara khusus diberikan kepadanya, Zarah pun mencari ayahnya. Pencarian Zarah ini mengakibatkan buruknya hubungannya dengan anggota keluarganya yang lain.

Rentetan kejadian juga membawa Zarah ke tempat yang tidak pernah disangka-sangka. Mulai dari pedalaman Kalimantan, hingga menjadi fotografer wild life yang berbasis di London.

Sudah 4 buku Supernova. Tapi kita masih sangat jauh dari inti cerita.

Oke, walaupun kali ini bukunya 2X lebih tebal daripada 3 buku lainnya, tapi dilahap habis dalam sehari.


Supernova #5: Gelombang



Dirilis sekitar akhir 2014. Buku kali ini bermula di Sianjur Mula Mula, Sumatra. Nama tokoh utama kali ini tak kalah unik dari yang lainnya, Thomas Alfa Edison, (ya, dengan f) dipanggil Ichon. Kedua kakaknya masing-masing dipanggil Eten dan Uton. Nama panjangnya Albert Einstein, dan Sir Isaac Newton.

Saat masih kecil, Ichon pernah hampir terbunuh karena makhluk yang datang ke mimpinya. Sejak saat itu Ichon tidak berani tidur, dan mengalami insomnia berat. Dia menyicil tidurnya sedikit demi sedikit setiap harinya.

Seperti Zarah, Ichon juga terseret arus dan akhirnya terdampar di Amerika, yang akhirnya juga membawanya bekerja di Wall Street. Di Amerika jualah dia mengenal bagaimana menjelajahi dunia mimpinya dan apa arti sebenarnya dari mimpi-mimpinya sewaktu kecil.

Banyak pembaca yang berpendapat bahwa cerita di Gelombang adalah cerita yang too good to be true.

Di Gelombang ini, beberapa misteri seri Supernova mulai terungkap dengan dihadirkannya tiga istilah baru: Peretas, Infiltran, dan Sarvara.

Di buku ini juga banyak terdapat referensi yang mengacu kepada Akar. Kadang harus bolak-balik mencari di Akar untuk memastikan bahwa sesuatu yang diceritakan secara sekilas di Gelombang, adalah benda yang sama dengan yang diceritakan di Akar.

Sehari setelah Partikel beres, Gelombang juga beres.


Supernova #6: Inteligensi Embun Pagi (IEP)



Terbit awal 2016. Pre-order buat dapetin versi bertandatangan. Buku pertama yang sampulnya putih (diantara buku-buku lain yang bersampul hitam). Covernya bertaburan hologram heksagonal. Cantik jika dilihat dari sudut tertentu.

Di buku terakhir ini akhirnya hubungan seluruh tokoh-tokoh di buku sebelumnya menjadi jelas. (Hampir) Semua kebagian screentime.


***************************
-------SPOILER ALERT-------
----FULL SPOILER AHEAD!----
***************************

Banyak pertanyaan yang terkumpul selama perjalanan SUpernova yang akhirnya terjawab di IEP. Siapa sebenarnya tokoh X, apa itu Asko, siapa itu Bintang Jatuh, kemana hilangnya Firas, dan pertanyaan-pertanyaan lain.

Saking banyaknya pencerahan di buku ini, saya merasa agak dipaksakan. Misalnya penjelasan tentang Bodhi yang melihat siluet guru Liong di Akar, Mpret yang ternyata adalah peretas lain dengan kode Foniks, Bong yang juga peretas dengan kode Bulan, Cro-Mag yang ternyata adalah Umbra, etc. Semuanya bermula dari pertanyaan "Apakah Dee sudah kepikiran identitas asli mereka saat tokoh-tokoh ini diciptakan?"

Pendapat pribadi: jawabannya adalah tidak. Setidaknya secara mendetil. Rasanya info-info ini hanya menjadi 'penutup lubang'. Perasaan yang mirip saat menonton "Guardian of the Galaxy" yang rasa-rasanya dibuat hanya untuk menjembatani Marvel Universe.

Efek lain dari saking banyaknya pencerahan tadi adalah, efek 'kenyang', 'jenuh', lalu 'pusing'. Di pertengahan buku, sudah tak peduli lagi kalau si X sebenarnya adalah Infiltran, Sarvara, Peretas, atau Umbra. Bring me to the end, ASAP.

Dan yang paling mengecewakan adalah:
Etra should have more screen time! #teamZalektra #teamWimala


Overall, saya ngerasa Supernova ini juga agak mirip dengan Fate/Stay Night (jika dilihat dari sisi siklus nya). Jadi masih bisa berkembang, mengingat Fate/Stay Night juga mempunyai Fate/Zero yang merupakan prekuel, dan menceritakan tentang siklus sebelumnya. Dan dari sisi Gugus, satu gugus saja bisa memakan 6 buku. Bagaimana dengan Roman 63 gugus lainnya? Bagaimana dengan siklus sebelumnya? Atau malah siklus setelahnya? Kenapa Firas dipanggil Bumi? Bagaimana bisa si Ishtar menjadi semacam Ratu? Terlepas dari berbagai kekecewaan karena harapan yang terlalu tinggi, IEP masih bisa dinikmati.


***************************
-------SPOILER ALERT-------
-----SPOILER END HERE!-----
***************************


-----------------------------------------------------------

Yo, review ini baru kelar setelah dianggurin sekian minggu. Mostly dikarenakan banyaknya kerjaan yang mengakibatkan tak ada waktu buat slacking off.

Seperti biasa, karena delay yang lama antar proses penulisan dan tanpa review, hasilnya adalah bahasa yang campuraduk. maapkeun

BHAY

Baca Selengkapnya....

Rabu, 09 September 2015

Kambing dan Hujan oleh Mahfud Ikhwan


Pertama kali sadar akan kehadiran buku ini adalah saat gugling buat nyari bukunya Kurniawan Gunadi yang berjudul Hujan Matahari. Keesokan harinya hunting ke toko-toko buku lokal buat nyari itu Hujan Matahari. Ga nemu, dan ga bakal nemu. Wong itu buku self publishing, dan mesti preorder ke pengarangnya.

Seperti biasanya, kalo udah mampir toko buku pantang pulang sebelum beli sesuatu. Saat itu terlihatlah seorang akhwat yang berjalan cepat, lalu menyambar buku bersampul hijau, kemudian berlalu. Buku Kambing dan Hujan, dengan warna hijau mentereng diantara buku-buku lainnya.

Coba dipegang, ada tulisan "Pemenang I sayembara menulis novel Dewan Kesenian Jakarta 2014".

"Wooo! Ini buku sakti!", pikirku saat itu. "Tapi kok 'kesan dan pesan' pembacanya kurang representatif, bukan dari kalangan penulis"

Dan akhirnya berujung dibeli.

Mari kita coba kupas pelan-pelan buku ini.

Di sampulnya tertulis "Roman". Roman pertama dan terakhir yang pernah kubaca adalah "Bumi Manusia"nya Mbah Pram, setahun lalu (setahun lalu buku ini masih langka, sekarang berhamburan setelah cetak ulang). I put low expectation on this book, at first.

Baca halaman-halaman awal, kesan yang kudapat adalah "Bah, ya kan. Kisah cintacinta anak muda kekinian. Yang cewek aja udah mau kabur dari rumah gini. Ckck."

Beberapa lembar kemudian

"Asem! Tema yang diangkat sensitif banget. Ini mah cinta 'beda keyakinan'" Yang satu anak pembesar Masjid Utara, yang satunya anak pembesar Masjid Selatan. Parahnya, kedua masjid beda 'aliran' itu berseberangan, dan agak kurang akur.

Sampai seperlima buku, akhirnya tersadar kalau ini buku bukan kisah cinta menjijikan sepasang muda-mudi yang kebelet kawin tapi terhalang kedua keluarga yang saling benci.

Tema sensitif, dibungkus dengan gaya penulisan yang ringan dan renyah, kisah cinta sepasang muda-mudi yang tidak biasa, bromance yang manis, alur maju mundur yang membuatku serasa sedang menyusun puzzle kronologi, dan ending yang sangat menyentuh (menurutku). Fiks, novel ini jadi salah satu novel Indonesia terasyik yang pernah kubaca.

Baca Selengkapnya....

Jumat, 24 April 2015

Random Book reports - Edisi Januari s/d April 2015

Sekian lama ga ngelaporin hasil garapan. Tadinya mau garap Genji Monogatari nya Murasaki Shikibu, tapi mumet. Akhirnya dibalikin lagi ke backlog, dan berakhir ngegarap beberapa buku yang jauh lebih ringan dan renyah.



Paulo Coelho - Alchemist


Oke, pertama kali kenal buku ini gegara abis baca Alchemist nya Scott. Kali itu lagi googling nyari material tambahan buat nulis report tentang itu buku. Entah kenapa, malah sesat ke Alchemist nya Paulo Coelho. Pas liat reviewnya orang-orang, kok kayaknya ini buku bagus ya. Akhirnya bertanyalah kepada Babeth yg juga meng'iya'kan, dan belilah.

Singkat cerita, mulailah ini buku dibaca.

Ceritanya ada seorang anak gembala (Ya, anak gembala. Bukan Alchemist) yang tiba-tiba dapat mimpi yang mengatakan bahwa ada harta karun di piramida. Ga Cuma mimpi sekali, tapi mimpi berulang-ulang. Ini yang bikin dia berpikir "Ah! Mungkin ini pertanda dari langit" atau semacamnya.

Suatu hari, akibat terlalu yakin dijualnya lah ternaknya sebagai modal merantau ke piramida. Dalam perjalanannya ke piramida dia sempat bertemu peramal, raja, penjual kristal, sampai akhirnya dia bertemu sang Alchemist.

Makin menuju halaman akhir, makin sarat terasa makna yang ingin disampaikan penulis. Bagaimana mengejar mimpi-mimpi kita itu begitu penting. Bagaimana disetiap perjalanan kita akan menemukan halangan dan cobaan. Tetap berusaha dan jangan menyerah, atau kau akan menyesal. Wajar kalau buku ini lebih terasa sebagai buku motifasi daripada novel.

"Jikalau kau sangat mengharapkan sesuatu, niscaya seisi jagad raya akan berusaha membantu mewujudkan impianmu"

Kesimpulannya, buku ini emang bagus. Cocok mengobati hati yang lagi galau ditengah perjuangan meraih mimpi :)




George Orwell - Animal Farm


Pas liat di toko buku:
"George Orwell,, asa pernah denger. Dimana yak. OH! 1984 (sambil ngebayangin list-list buku belom digarap yang ada di backlog)"
Dan akhirnya beli.

Kalo diliat dari cover nya sih, kayak buku dongeng sebelum tidur. Judulnya, Animal Farm; Peternakan Binatang. Gambar sampulnya, warna dominan merah + gambar babi. "Mungkin kombinasi 3 babi kecil ama si kerudung merah".
Mulai dibaca,,
Wuasem. Fabel, Satire, Alegori jadi satu. Butuh kemampuan otak lebih buat bisa mengerti apa yang dimaksud di buku ini. Gaada hubungannya sama sekali ama dongeng anak-anak (walau kayaknya anak-anak bakal tetap tidur gegara ga ngerti isinya).

Ceritanya ada sebuah peternakan (Jones Farm, kalogasalah) yang isinya standar peternakan lah. Ada kuda, sapi, babi, ayam, domba, anjing, dkk. Suatu malam, babi paling tua dan paling bijak mimpi kalo bakal ada pemberontakan dari binatang melawan manusia. Dan selang beberapa minggu, kejadian deh. Pak Jones si pemilik Peternakan Jones diusir paksa sama binatang-binatangnya.

Dimulailah kemerdekaan para binatang.
Lalu setelah merdeka kehidupan jadi gampang? Tidak bung. Karena babi yang memulai revolusi ada 2 ekor, ujung-ujungnya terjadi perebutan kekuasaan. Belum lagi masalah gimana caranya ngejalani itu peternakan tanpa campur tangan manusia. Pastinya seru.





Dee - Filosofi Kopi


Kali ini bukunya Dee. Untuk pertama kalinya beli dan baca buku bikinan Dee.

Pertama kali tau eksistensinya, pas rilis seri Supernova buku 5; Gelombang (Walau Perahu Kertas udah dijadiin film, ga tau kalo yang bikin bukunya itu si Dee). Waktu itu ada seorang teman pecinta buku lain yang kayaknya excited banget dapet bukunya. Dan mulai sejak itu pasang niat buat beli bukunya Dee. Dan akhirnya kesampaian setelah film Filosofi Kopi mulai diputar.

Pertama baca bukunya: "Wow, yang bikin buku ini orang pinter!". Seketika itu pula gue langsung jatuh hati <3. Tentu saja sejak saat itu mulai ngumpulin duit buat ngoleksi buku-bukunya :3

Buku Filosofi Kopi ini isinya kumpulan cerita pendek yang ditulis dari 1995-2005 (kalo ga salah). Gaya penuturannya adalah gaya selama ini gue junjung tinggi dan berusaha gue capai; Bisa dinikmati sebagai camilan, bisa ditelaah lebih dalam menjadi makanan berat.




Sekian itu tadi laporan buku yang dibaca dari Januari-April 2015
Semuanya buku tipis, dikarenakan lagi banyak game yang mesti digarap (Hyperdimension Neptunia Re;Birth, Fantasy Life, Pokemon ORAS, sampe Monster Hunter 4 Ultimate).

Buku berikutnya, 1984 nya George Orwell. Semoga kelar sebelum bulan Mei berakhir

Baca Selengkapnya....

Senin, 05 Januari 2015

The Cuckoo's Calling by Robert Galbraith


-Oktober 2014-
Pertama liat cover belakang bukunya, lah ternyata bikinan J.K. Rowling pake pen name Robert Galbraith.
Liat genre nya, misteri. wooow (sambil liat tumpukan koleksi Agatha Christie)
Oke, beli!

Kesan pertama pas baca beberapa halaman adalah, wow. Berasa disedot ke dunia bukunya.
Dan si Cormoran Strike, tokoh utama buku ini, rasanya punya sisi humor dan kepribadian yang ga ada dari Hercule Poirot. Kalo difilemin, mungkin bapak Robert Downey Jr. bisa cocok *mengingat si Strike mirip2 karakter Tony Stark*


-Januari 2015-
Sampai tengah2 buku, eeh kok rasanya kurang cocok yah kalo RDJ yg meranin?!
yasudahlah gausah ngambil pusing tentang siapa yg meranin
BTW,, bakal jadi TV Series BBC One katanya~


Kalo dibandingin antara cerita detektif di komik2 (Conan, Kindaichi),
cerpen2 misteri majalah bobo,
buku2 Agatha Christie,
serta cerita2 detektif lain yg gw pernah baca,, ini novel nya nyamaaaan banget
Alurnya ngaliiir, suasana London nya pun kebayaang banget.
Simply put, charming!

Kalo dari segi trik sebenernya simple
Ga kayak di komik Conan yg cepat dan banyak,
Ga kayak Kindaichi yang ribet,
cuma perlu perhatian lebih untuk detail2 yang diberikan sepanjang perjalanan
dan karna kapasitas ingatan jangka pendek gw kecil, rada susah buat ngingat2 ini detil2 nya
Apalagi tokohnya buanyak

Buat ending nya sih, wao
Hampir membuat shock
Karna gw udah pernah baca The Murder of Roger Ackroyd nya Agatha Christie, makanya rada kebal ama ending sejenis ini
Buat yang ga pernah baca Roger Ackroyd bisajadi ini mengejutkan
So, brace yourself :)


Kesimpulannya,
Charming!
Buat pecinta novel misteri, bisa jadi tambahan di daftar koleksinya
Buat non pecinta novel misteri, bisa dicoba. Kali aja ntar ujung2nya malah naksir :3


Next book in line is:
Genji Monogatari (The Tale of Genji) by Murasaki Shikibu
English translated, nemu di Kinokuniya Malaysia kemaren
Semoga ga mabok, mengingat novel Engrish yg pernah dibaca cuma Light Novel yang ringannya luar biasa

Tapi kayaknya bakal ke-distract sama Fantasy Life nya LEVEL5
OTL

Baca Selengkapnya....

Senin, 01 Desember 2014

5 Centimeter Per Second (Novel) by Makoto Shinkai


Udah lama menunggu buku ini rilis di toko buku lokal (karna kalo pesen langsung dari publishernya, harga ongkir nya ga manusiawi)

Ga banyak orang bisa paham isi film nya pada saat pertama nonton. Habis nonton 3 kali aja masih ada yg belom paham isinya. Oleh karena itu ada baiknya kalian baca juga novel ini untuk mencari sudut pandang lain.

Sama kayak filmnya, buku ini juga dibagi jadi 3 chapter.
Chapter pertama yang bercerita tentang kehidupan masa kecil tokoh utamanya.
Chapter kedua yang bercerita tentang kehidupan masa SMA,
dan Chapter ketiga yang bercerita tentang kehidupan dewasa dari si tokoh utama.

Bedanya adalah, di buku ini perasaan tiap karakternya bakal lebih tersampaikan. Bagaimana isi pikiran mereka, yang tidak tersampaikan dari film nya. Tiap kalimatnya bisa membuat hati ini terasa hangat. Kadang sampai senyum-senyum sendiri juga. Jadi, rasanya ga salah kalo si pengarang bilang dia bikin ini biar orang-orang pada bahagia.

Perbedaan lainnya adalah kalo di film nya chapter 3 itu chapter paling pendek, di bukunya chapter 3 itu ga sependek itu. Dan yang mengejutkan adalah, mengetahui bahwa si tokoh utama pekerjaannya adalah Programmer. wkwkwk.
Dan juga isi surat si tokoh utama yg ketiup angin di chapter 1,
dan isi surat si cewe yg gasempat diberikan.
Bener-bener bikin "fuwa-fuwa" gitu deh.


Sangat direkomendasikan buat teman-teman pecinta karya Makoto Shinkai

(
sebenernya buku ini kelar di bulan November,
dan ditulis juga di November,
tapi di-post & dimasukin jatah Desember aja lah yah :p
Seperti biasa, sekitaran akhir tahun banyak game2 yang mesti dimainin @_@
)

Berikutnya, garap The Cuckoo's Calling nya Robert Galbraith *akhirnya*

Baca Selengkapnya....

Selasa, 18 November 2014

Botchan by Natsume Soseki



Botchan
Pertama kali baca judulnya sempat mengira kalo ini novel tentang kehidupan bocah kaya.
Yah apapun itu, ada kaitannya sama orang berada lah intinya. Ternyata pas dibaca, eh ternyata salah banget. Isinya gaada kaitannya sama sekali ama bocah kaya. Satusatunya hubungan antara Botchan ama ceritanya adalah, si tokoh utama dipanggil Botchan sama mantan pembantunya. Udah gitu doang.


Novel ini berkisah tentang seorang pemuda (sebut saja Botchan).
Si Botchan ini dulunya orang Tokyo. Trus dia kuliah, abis itu pengangguran. Eh taunya dia dapet kerja di semacam pedesaan gitu deh. Naah ini novel bakal berkutat tentang pengalamannya di desa itu.

Diceritanya sih si Botchan ini orangnya jujur, blak-blak'an, pendirian keras, moralnya bagus. Waktu dia di pulau dia ketemu banyak orang;
Si Landak yang dari luar keliatan biasa aja tapi ternyata guru favorit,
Si Kemeja Merah yang dari luar keliatan baik,
Si Badut yang kerjanya ngikutin orang terus,
Si Tanuki yang plin-plan

Kalo aku sih ngerasa ceritanya rada susah buat dimengerti. Mungkin karena ini novel dari jaman yang berbeda jauh dari jaman sekarang. Entah.


Jadi kalo gw disuruh ngasih rate, mungkin bakal ngasih 6/10 kali yah :)

Sekian hasil garapan buku bulan ini.
Garapan berikutnya 5 Centimetre per Second nya Makoto Shinkai :)

Baca Selengkapnya....

Jumat, 31 Oktober 2014

PS Vita: Natural Doctrine


Minggu kemaren game ini dateng bareng Super Smash Bros
Yep, duaduanya PO

Trus semingguan kemaren cuma garap game ini
yang SSB diangguring garagara analog si 3DS udah terlihat tanda-tanda kehancuran.
Ini akibat MH3U yang memakan lebih dari 300jam T_T
*siapsiap nabung buat New 3DS sama MH4U*


Okee,, Natural Doctrine
Alasan beli:
Awal liat promotion video nya,, langsung tertarik
(Im a big fan of Final Fantasy Tactic, dan semakin cinta setelah main Final Fantasy Tactics War of the Lions)
Alhasil jadilah ikutan preorder >_<


First impression setelah main:
Watde?!
Tutorialnya kok ribet banget.
Ada link ini lah, link itu lah.
Mumet lah pokoknya, (dan gabisa di-skip)


Impression saat main:
Woaah ternyata lumayan asyik juga
Bikin link dg tipe serangan melee/range bakal dapet efek beda
Penempatan char pas link juga ngaruh
:O

Jumlah juga sangat menentukan prestasi
Soalnya dengan jumlah yg banyak, nge-link jg bakal makin gampang
(nge-link bisa nunda turn musuh, makanya ini penting banget >_<)

Dan yang ga kalah penting, Gun is OverPowered.
Dia bisa cover fire pas nyerang dan diserang,
Dia punya range,
Dia bikin nge-link jadi lebih gampang.
Kalo bisa bikin party full Gunner, full Gunner dah (tentunya dengan pengecualian 1 MeatShield)

Kalo buat gameplay, tergolong bisa tamat dalam waktu cepat
mungkin bakal kurang dari 24jam (lupa liat lognya habis brapa jam)
apalagi kalo MC nya pake gun dewa itu (as I stated above, gun is OP)
Psiu psiu psiu, last bost nya DIEE!
Kurang imba apa coba, kasih 2-3 buff (plus damage link) doang MC nya bisa nge-kill last bost nya dalam 1 turn doang


Buat kekurangan:
- Cutscene gabisa di-skip
- Pas gamau nge-link bakal rada kurang nyaman, soalnya next character bakal otomatis fokus ke target yg sama
- Kebanyakan waktu buat jalan2 di map kosong (cuma bisa jalan max 2 block per turn, ga peduli sejago apa lu mainnya)
- New Game + ga bawa apa2 dari original playthrough. Jadinya males dapetin 2 hidden trophy yg bisa didapat dr 2nd playthrough


Skor,, mungkin 6/10 yah


SPOILER ALERT:
Ditengah game, bakal ngerasa:
WATDE?!?!
INI APA APAAN MAKSUDNYA?!
Dia ada di semuamua, tapi kenapa kok jadi gini?
Lu becanda kan yah. Plisss  bilang ini cuma becanda


Abis first playthrough beres, udah ga main lagi
(Soalnya Freedom Wars nya udah dateng :3)
Berharap FW mirip MH, ternyata ga
MH tetap berjaya deh :)

Baca Selengkapnya....

Selasa, 21 Oktober 2014

The Alchemist by Michael Scott




Buku pertama setelah memantapkan pendirian untuk menghabiskan (minimal) 1 buku per bulan *sambil ngelirik backlog buku-buku yg belum dibaca*.

Praktis, semingguan ga nyentuh Vita.
Ga nyentuh 3DS.
Nonton anime pun cuma pas makan malam

Buku pertama dari 6 seri Nicholas Flamel
Jadi ini buku ceritanya adalah:
Sepasang anak kembar usia 15 tahun; Sophie dan Josh Newman; yang lagi kerja part time musim panas di sebuah toko buku dan warung kopi di San Fransisco, ketika tiba-tiba datang John Dee buat merebut buku Codex alias buku Abraham the Mage dari Nick, pemilik toko buku. Berhasil tentunya. Dan ditambah menculik Perry, istri Nick.

Secara menakjubkan, ternyata Josh berhasil merobek lembaran terakhir. Lembaran terpenting dari Codex.

Seketika itu juga hidup kedua saudara kembar itu berubah. Nick pun memberitahu identitas aslinya yaitu Nicholas Flamel, dan istrinya sebenarnya adalah Perenelle Flamel.

Dan mulailah petualangan Sophie dan Josh bersama Nicholas untuk melindungi lembaran Codex, serta menyelamatkan Perry.


Gaya ceritanya, rasanya seasyik waktu ngebaca Harry Potter. Dan tokoh utama nya si kembar, WOW. Hanya dengan koneksi 'kembar', bisa membuka berbagai peluang dalam cerita. Im waiting for a sweet sweet very sweet development route~


Sekarang mesti memilih antara Cuckoo's Calling nya Robert Galbraith atau Bothcan nya Natsume Soseki buat digarap selanjutnya.
Tapi, untuk sementara mainin Natural Doctrine dulu *elus Vita*

Baca Selengkapnya....

Senin, 13 Oktober 2014

"Zero Escape: Vitrue's Last Reward" dan "Total Lunar Eclipse"

Jadi kemaren 8 Oktober pas banget lagi momen Total Lunar Eclipse.
Pas banget juga hari gw beresin main Zero Escape: Virtue's Last Reward

Pertama2, mari bercerita tentang Total Lunar Eclipse dulu.


Sekitar 2 hari sebelum kejadian, tiba2 gw dapat chat yg berisi info bahwa bakal ada gerhana bulan total di tanggal 8. Yaa gw langsung nge-hype lah yah. secara fans benda2 langit.

Singkat cerita, sampailah di tanggal 8 Oktober
Semua acara sore itu dibatalin.
Nonton, nyari makan enak, ngambil duit, cancel semua.

Abis maghrib, keluar kamar, buka aplikasi Star Walk, dan ternyata bulannya kehalang bangunan tetangga. demm.

Langsung jalan2 keluar kosan, mencari spot yg tepat nyaman buat ngeliatnya.

sekian lama, ga juga nongol2. Hampir putus asa dan pengen balik, eeh ngeliat warung pempek. Makan dulu sambil terus ngeliat ke arah timur.

Eeh kebeneran banget, beres makan bulannya keluar
pas lagi merah2nya :))))))))))))))

Langsung bayar, cabut mencari tempat yg lebih lapang.
Sampai akhirnya nongkrong depan JEC, spot nya persis ngehadap ke timur, gelap, sepi, cocok buat stargazing :3

Masih ingat rasanya betapa hype nya saat itu.
Ketawa ketiwi sendiri.
Senyum2 sendiri.
Hampir teriak ama joged2 dah saking girangnya.


Oke skip buat gerhana bulannya



Lanjut ke Zero Escape: Virtue's Last Reward (VLR)

Jadi dulu pas awal punya 3DS, dan masih ga punya game 3DS kecuali Monster Hunter 3 U (Sekarang udah punya 15an dan terus bertambah @_@) kerjaan main game NDS bajakan (iya, bajakan. Maap)
Dan tiba2 main 9 Hours 9 Persons 9 Doors, seri pertama dari Zero Escape series.

Secara, gw seneng main yg genre escape game, ya langsung kepincut lagi.
Cuma sempat main 1 jam, trus masukin backlog
dan sampai sekarang itu 999 masih belum disentuh lagi @_@

Trus sekitar akhir tahun 2013, akhirnya beli Zero Escape seri 2, ya itu si Vitrue's Last Reward buat 3DS.
Dan sama, mainin beberapa jam, trus balikin ke backlog @_@.

Dan bulan lalu, beli lagi VLR, tapi versi Vita.
Yap, gw punya 2 cart VLR.
Game nya sama persis, cuma beda console aja.

Dan pas gerhana bulan itu, pas banget semingguan lagi berusaha namatin VLR.
Dan di VLR, salah satu topiknya adalah gerhana bulan total juga.
Wooow


Okeskip lagi curhatnya

VLR menurut gw adalah salah satu game dengan story terbaik yg pernah gw mainin.
Game lain dengan alur mirip dan sama2 epic adalah Radiant Historia, cuma genre nya RPG.
Game lain dengan tema mirip VLR, Danganronpa, berasa kebanting jauh dibandingin VLR. Tapi VLR rasanya ga sebegitu nge-boom Danganronpa deh @_@

VLR sama kayak pendahulunya, si 999, ceritanya tentang 9 orang dijebak di bangunan oleh seseorang yg (kode) namanya Zero, disuruh main nonary game (kalo binary itu basis 2, kalo nonary itu basis 9 katanya)
9 orang ini mainin game lain yang nyangkut2 ke Prisoner Dilemma (disini jadi ingat Liar Game wkwkwk) biar bisa keluar dari bangunan itu
Dan diinfokan bahwa si Zero ternyata salah satu dari 9 orang itu.
Mak, apa ga makin jadi itu prisoner dilemma

Di awal2 banyak banget misteri, hal hal ga jelas yg dilontarkan di sela2 cerita.
Dan yang awalnya dikira becandaan, ujung2nya pas tamat ternyata jadi kebenaran yg sangat mengejutkan.
Semacam kenapa si Phi bilang kata2 'itu' pas pertama ketemu Sigma di Ambidex Room,
Gimana jalan cerita dibuat sedemikian rupa buat menggiring player biar ketipu, dan bikin player banting console pas tau endingnya
(Satu2nya yang pernah bikin gw punya perasaan gini cuma buku Agatha Christie yg judulnya The Murder of Roger Ackroyd),
Gimana ternyata semuanya cuma buat satu tujuan,
Gimana 9 orang itu jadi terpilih, dan background mereka

Suatu hari sempat nyari info tentang satu orang, dan kebetulan kena major spoiler di siapa itu Zero sebenarnya
saat itu maininnya jadi setengah hati gitu deh.
eeh ternyata pas ending, spoiler itu ga berarti apaapa
masih banyak kebenaran yg lebih mengejutkan di akhir cerita.

Intinya gw bakal rekomendasiin ini game buat yg seneng escape game, story bagus, range 30jam kelar

Kasi skor 10/10

Baca Selengkapnya....