Double standard atau biasa disebut standar ganda. Pernah mendengar istilah ini?
Ya, standar ganda disini maksudnya adalah memperlakukan sesuatu secara berbeda (cenderung tidak adil) kepada orang yang berbeda.
Standar ganda adalah sebuah logical fallacy alias cacat-pikir yang seharusnya dihindari. Begini contoh cerita standar ganda:
Pada jaman dahulu kala, alkisah ada 3 orang yang pergi ke bioskop. Sebut saja mereka Ksatria, Putri, dan Pengharum Ruangan. Pengharum Ruangan adalah orang yang sensitif terhadap gangguan. Jika dia sedang berada di mode 'serius', humming dari seseorang pun mampu memecah konsentrasinya dan membuatnya kesal. Di sepanjang film, si Putri banyak sekali mengomentari kejadian-kejadian yang ditampilkan. Pengharum Ruangan pun merasa terganggu. Sebagai sesama penikmat film, Pengharum Ruangan bingung kenapa sang Ksatria tidak merasa terganggu.
Beberapa tahun berselang, akhirnya terjadi kejadian menarik. Pengharum Ruangan pergi menonton film bersama Obat Nyamuk. Di sepanjang film, Obat Nyamuk juga sering mengomentari scene di film. Anehnya, kali ini Pengharum Ruangan tidak merasa terganggu dan malahan tersenyum-senyum sendiri.
Setelah mereka pulang, Pengharum Ruangan pun tersadar bahwa dia baru saja mempraktikkan standar ganda.
Pengharum Ruangan akhirnya mengerti mengapa sang Ksatria tak merasa terganggu dengan celotehan Putri sepanjang film.
"Kalau yang tiap hari nge-humming itu adalah Obat Nyamuk, mungkin aku juga tak akan merasa kesal," pikir Pengharum Ruangan.
Sebenernya gue ngerasa agak kurang paham juga ama kata 'pantas' ini. Tapi dicoba dijawab lah yah.
Ini, ribet. Karena sejatinya kata 'pantas' itu amat tergantung pada pandangan masing-masing orang, dan biasanya bakal berbeda kriteria 'pantas' untuk orang yang satu dengan orang yang lain.
Contoh pertama,
Misalkan tokoh utama kita kali ini adalah seorang juara gundu nasional dari negara tetangga. Ketika ada seorang juara tingkat RT nantangin doi main gundu, doi bakal mikir "apa apaan ini baru juara tingkat RT belagu nantangin juara nasional. Gak level!"
Coba kita tengok apa yang mungkin dipikirin si juara RT.
"Gue udah jadi juara di daerah gue. Gue udah cukup kuat! Sekarang saatnya menjajal lawan tanding baru. Wah, kebetulan ada turis yang lagi mampir ke rumah tetangga. Mari kita jajal"
Juara nasional menganggap juara RT bukan lawan yang pantas buat dia.
Juara RT menganggap juara nasional sebagai lawan yang cocok buat dia.
Itu pun baru dilihat dari satu atribut; skill gundu.
Oke kita beralih topik dari gundu ke masalah yang lebih pelik, jodoh (ISFJ FTW~)
Ini lebih runyam lagi karena atributnya lebiiih banyak. Kita coba ambil contoh 4 yang utama: kecerdasannya, hartanya, garis/silsilah keturunannya (fisik), agamanya.
Nah, disinilah pandangan masing-masing pribadi mulai menentukan.
Misal ada sepasang muda-mudi, sebut saja Ani dan Budi.
Ani ini orangnya pinter ga ketulungan, kondisi keuangan menengah kebawah, keturunan entah, fisik ga cakep-cakep amat, agama pas-pasan. Preference jodoh: yang kaya dan ganteng. Biar memperbaiki keturunan.
Budi ini ijazah SMA, S1, dan S2 nya nembak, jabatan sekarang CEO perusahaan warisan bapake, muka kaya artis drama kroya, agama menengah kebawah. Preference jodoh: yang pinter. Biar kalo punya anak, anaknya ga tersiksa kayak doi yang bebal.
Apa yang terjadi kalo keduanya ketemu?
Ani mungkin bakal mikir: "pas banget nemu orang ganteng nan sugih. S2 pulak, aduh pinternya. Cucok deh cyin"
Budi mungkin bakal mikir: "nah, ada cewek pinter. Gapapa lah yah dia agak kurang berduit, gue udah banyak duit ini, ga habis 7 turunan. Parasnya yaaa so-so lah yah, its okay. Sip, ambil"
Si Ani pantas untuk Budi karena kepintarannya, si Budi pantas untuk Ani karena duit dan keturunannya.
Itu kalo kriteria yang dicari dan yang ada disuguhkan jelas. Gimana kalo kriteria nya aja ga jelas?
Cara paling gampang biasanya mengira-ngira, dengan apa yang kita miliki sebagai perbandingan.
"Ah, mukanya biasa aja. Ga ganteng, ga jelek. Sedang-sedang ajalah, sama kayak gue"
"Ah, otaknya ga encer-encer amat, ga jauh-jauh ama gue"
"Ah, tingkat ketaatannya 11-12 sama gue"
Yang sekiranya se-level, lah.
Dengan kata lain "aku pantas untukmu karena atribut kita ga beda jauh". Ini (mungkin) yang biasa dibilang orang "memantaskan diri", alias naikin atributnya biar jadi lebih tinggi ato paling gak setara.
Jangan lupa, bisa jadi ada kejadian gini:
"Aah. Dia orang kaya, gue orang miskin. Mana pantas gue buat dia"
Padahal mungkin aja calon pasangannya ga mikirin masalah harta. Mungkin.
"Aah. Gue mah naik sepeda aja ga bisa :("
Padahal mungkin aja calon pasangannya menganggap itu 'unyu'. Mungkin.
Buat kasus "lo suka, maka semua yang ada di dia pantas bagi lo", gue jawab pake pertanyaan:
Mungkinkah kau bisa menyukai seseorang, kecuali kau sudah menerima segala kelebihan serta kekurangannya?
Jadi gimana caranya memantaskan diri kalo kriteria nya aja ga tau, dan kayak yang dibilang diatas, semua tergantung masing-masing orang?
Itu... harusnya jadi lebih gampang. Karena kriteria (atribut) orang lain termasuk hal ghaib, ya tinggal perbanyak doa. Jangan lupa Ikhtiar.
atribut mana yang mesti dikuatin? Ya 4 atribut itu.
Kecerdasan, ya banyakin belajar.
Harta, ya rajin-rajin nyari duit.
Fisik, ya dandan/nge-gym.
Agama, ya banyakin ikut pengajian.
Yang jadi masalah adalah, ngomong doang mah gampang. Eksekusi nya yang setengah mati buat naikin atribut nya. Dan lagi kalaupun naikin atribut nya itu gampang, you must know when to stop, or you will be over-leveled.
Calon pasanganmu yang bakal keder kalo atribut mu ketinggian.
Kalo calon pasangan yang diincer sudah ada di depan mata, simpelnya, biar sama-sama merasa pantas satu sama lain adalah menyamakan tinggi point atribut masing-masing pribadi.
That's why a good observation skill is a must, so you know how high his/her attribute is, so you can make your attribute into right amount of point to match his/her.
"People fall in love in mysterious way" - Ed Sheeran - Thinking Out Loud "... Which only proves, moves in mysterious ways" - Nina - Love Moves in Mysterious Ways
Karena ada suatu chat dipagi hari yang berbunyi: "Ah, btw, your writings has improved a lot"
langsung mikirin konsep buat tulisan selanjutnya. Sambil bekri, mandi, dan gowes ke kantor, akhirnya diputuskan menulis tentang 'ini'. Ngumpulin konsepnya sih udah dari lama, cuma baru kepikiran buat digabungin. So once again, please bear with me.
Mumpung masih musim semi, saat dimana bunga-bunga mulai bermekaran dan tunas-tunas bermunculan, alangkah baiknya membahas temannya yaitu si Jatuh Cinta.
Kali ini gw coba bahas tahap-tahap yang (mungkin bakal) terjadi saat seseorang lagi kasmaran. Mulai dari gaada rasa apa-apa, sampai berbunga-bunga. Dari yang tadinya biasa aja, sampai akhirnya jadi putus asa. Pokoknya macem-macem, deh.
Langsung saja kita mulai sesi kali ini. Tahap pertama dari setiap proses jatuh cinta
1. Nothingness
"Isi adalah kosong, kosong adalah isi" - Tong Sam Chong di film (ato serial) Sun Go Kong
Sebenernya arti quote ini gaada hubungannya sama apa yang bakal aku ceritain disini. Cuma keliatannya keren aja kalo dikasih quote gitu. Maafkan.
Yak tahap pertama dari segalagalanya adalah ketiadaan. Persis seperti pertama kali dunia diciptakan, dari ketiadaan. Seperti itu pula lah tahap pertama.
Dia yang tidak boleh disebut namanya, atau mulai saat ini kita pakai istilah "dia", berada diluar jangkauan sensormu. Dia berada di galaksi yang berbeda, asing, tidak terdefinisi. Singkat cerita kau bahkan tidak memandangnya sebagai kandidat, tidak sedikitpun.
(Tentu saja ada kemungkinan kau tidak mengalami tahap ini, dan langsung loncat ke tahap selanjutnya. Hal ini akan dijelasakan pada poin selanjutnya. Bersabarlah.)
Apa yang dia lakukan? Masabodo!
Kemana dia tiap akhir pekan? Masabodo!!
Dia udah makan atau belum? Masabodo!!!
Dipikiranmu masih tertanam konsep "Loe loe, gue gue. Loe mau ngapain bukan urusan gue. Vice versa". Tapi percayalah, sesuai perkembangan kedepan ini bisa berubah :)
2. Awareness
"The first step toward change is awareness" - Nathaniel Branden
"Langkah pertama menuju perubahan adalah kesadaran", mungkin kira-kira gitu yah artinya. Intinya, tahap kedua ini bakal ngebahas tentang kesadaran.
Di tahap ini sensormu yang tadinya tidak menangkap apa-apa, mulai menangkap sinyal-sinyal lemah yang menggelitik otakmu. "Hey, kau. Mungkin dia orang yang tepat", begitulah kira-kira artinya kalo sinyal dari otakmu diterjemahkan. Biasanya hal ini terjadi setelah kalian membuat 'kenangan' bersama, misalnya makan bareng, jalan-jalan bareng, nyanyi-nyanyi bareng, kerja bareng, menginap bareng, dan lain-lain.
Jangan khawatir. Kemungkinan besar cuma kau yang menganggap aktifitas-aktifitas itu sebagai 'kenangan', sedangkan dia tidak. Mungkin sensormu terlalu aktif, dan perlu dikalibrasi ulang. Tapi seperti pembukaan paragraf ini, jangan khawatir! Karena sesungguhnya ini baru tahap kedua. Masih banyak waktu untuk membuat perubahan.
Ada juga kasus dimana seseorang tidak mengalami tahap pertama (nothingness) dan langsung masuk ke tahap kedua ini. Orang awam biasa menyebutnya "Jatuh cinta pada pandangan pertama". Kalo aku sih beda. Bilangnya "Ah, paling penampilannya/sifatnya sesuai ama daftar fetish loe. Wajar dong kalo sensor loe nangkep sinyal-sinyal itu".
Contoh kasusnya, sebut saja si T punya fetish terhadap rambut pendek. Suatu hari pas si T lagi nongkrong bareng geng di perempatan, tiba-tiba ada seorang cewek berambut pendek datang dan terjadilah percakapan:
"Mas, bank jo itu dimana ya?" "Oh itu, Mbak" *sambil nunjuk lampu lalu lintas* "Oh bank jo itu bukan nama bank toh? Makasih yah, Mas" *sambil berlalu* "Iya, Mbak. Sama-sama" *sambil kesengsem* "Eh cuy, yang tadi cakep yah", sembari lapor ke teman-temannya. "Ah biasa aja", timpal yang lain. "Eeeeeeeh?! Masa cuma gue yang ngerasa dia cakep?"
Kira-kira demikianlah contoh campurtangan fetish dalam kehidupan percintaan si T. Sekian dan terimakasih.
3. Data Mining
Selamat datang di jaman multimedia, dimana segala sesuatu ada di sebuah gudang ajaib bernama Internet, dimana stalking tak lagi dilakukan sambil berjalan ditengah hari terik, dimana semboyan "Dunia dalam genggamanmu" menjadi semakin nyata.
Pada tahap ini biasanya kau mulai mencoba menggali SEGALANYA tentang dia. Jam berapa dia tidur dan bangun, apa saja kegiatannya untuk hari ini, menu makan siangnya, kalo perlu sampai warna celana dalamnya untuk hari ini pun kau perlu tahu.
Semua informasi ini dapat dengan gampangnya kau peroleh di gudang ajaib tadi. Mulai dari Facebook, Twitter, Path, Instagram, Ask.fm, Line, Soundcloud, Last.fm, dan media sosial lainnya bakal menjadi teman baikmu. Tak lupa situs blogging seperti Blogger, Wordpress, Tumblr, dan Soup juga menjadi situs langganan yang akan kau kunjungi setiap hari, bahkan setiap saat. Semua hanya untuk mengetahui kabar terbaru tentang dia.
Terdengar gila, memang. Namun begitulah kejadian di lapangan.
Sering terlintas di pikiran, "Kenapa, sih? Apa pentingnya stalking semua media sosial sampai blog pribadi nya?"
Jawabannya sih mungkin karena kita sebagai umat manusia ingin meyakinkan diri bahwa dia orang yang tepat.
Atau malah karena pengen ajah. Semudah itu.
Kalo ada para pelaku stalking dunia maya yang baca, bisa dong dikasihtau alasannya *smirk*
Ah, sekedar mengingatkan bahwa tahap ketiga ini sangat tipis. Setipis kertas, bahkan sampai setipis kulit bawang. Biasanya sih langsung tergelincir ke tahap berikutnya.
4.Love Sweet Love
"The second step toward change is acceptance" - Nathaniel Branden
Ini dia tahapan termanis dalam seluruh fase kehidupan dari jatuh cinta. Setelah di tahap kedua kau berusaha untuk menyadarinya, sekarang saatnya kau mengakuinya. Loh, kenapa nggak? Kau sudah merasa dia orang yang tepat, sampai-sampai rela meluangkan beberapa jam sehari hanya untuk mengamati media sosial miliknya. Akuilah, demi kesehatan batinmu yang sedang berkecamuk itu.
Pada tahap ini biasanya kau menyukai SEMUA tentang dia. Mulai dari suaranya, wangi parfumnya, derap langkahnya, caranya memandangimu, genre musik favoritnya, makanan kesukaannya, sampai kebiasaan-kebiasaan anehnya. SEMUANYA. Kau dapat dengan mudah mengetahui "Oh, dia sedang berjalan kesini" dengan mata tertutup, hanya karena kau sudah hapal betul kebiasaan dan caranya berjalan. Semuanya seakan terukir di setiap permukaan kulitmu, terpatri di otakmu sampai kau tak bisa lupa walau kau ingin.
Setiap lirik lagu cinta yang kau dengarkan serasa sedang membicarakan tentang hubunganmu dengannya.
Setiap kali kau menemukan update di media sosial ataupun blog miliknya, kau akan selalu merasa kelewat PeDe. Kau merasa dia pasti lagi membicarakan tentangmu, dikarenakan kecocokan kata-katanya terhadap apa yang kalian alami bersama. Setidaknya itulah yang ada di benakmu.
Setiap kau mendengarkan lagu kesukaannya di radio, wajahnya akan selalu muncul di benakmu.
Setiap kau menemukan jenis, tipe, dan model kendaraan yang sama dengan miliknya di jalanan, kau akan mencoba melihat ke pengendaranya. Hanya untuk mendapati ternyata itu bukan dia, dan menyadari bahwa ternyata kau merindukannya. Manis sekali perasaan ini. Maniss.
Bahkan ketika dia menerobos masuk kedalam mimpimu, menjadi tokoh utama dari kejadian absurd hasil reaksi kimia yang terjadi di otakmu.
Sekali...
Dua kali...
Tiga kali...
Lalu kau yakin ini bukan kebetulan. Akuilah kau tengah jatuh cinta.
Pada saat terbangun dari tidurmu, kau berusaha sekeras mungkin mengingat semuanya. Sebelum semuanya menguap begitu saja bersamaan dengan tingginya mentari.
Dalam menikmati manisnya tahap paling manis ini, biasanya terbagi kedalam dua golongan utama.
Golongan pertama adalah golongan pasif. Mereka yang termasuk kedalam golongan ini biasanya menunggu dengan sabar, berharap si 'dia' yang menyatakan perasaannya, sembari menunggu dalam diam dan doa, tentu saja sambil stalking. Mereka selalu berhati-hati dalam menafsirkan segala tingkah laku si dia, tak terburu-buru mengasumsikan bahwa mereka 'membalas' perasaan itu.
Golongan kedua adalah golongan yang aktif. Mereka ingin tau semua yang terjadi pada dia langsung dari mulut si dia. Mereka tak kenal lelah menanyakan "Kamu dimana, dengan siapa, semalam berbuat apa", mengajak pergi makan atau nonton film di bioskop, dan tak takut dianggap sok kenal sok deket (SKSD).
Pada tahap ini pula lah biasnya kau mulai merasa cemburu. "Kok dia lebih milih ngomong ama si T daripada aku? Jangan-jangan dia suka ama si T. Huft". Pemikiran semacam ini akan sering menghampiri otakmu. Membuatmu lelah secara perlahan.
"Mengetahui isi pikiran orang yang kita sukai itu menakutkan, loh"
Quote ini didapat dari komik Bakuman, dan niscaya akan membuat kalian semakin tersiksa dalam diam. Wkwk.
Pernah juga suatu hari aku mendapat sebuah chat sakti lainnya dari orang yang sama. Bunyinya: "If I can grant you 3 questions to answer, what will you ask?"
Kalau diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia, mungkin artinya "Kalau aku beri kesempatan menanyakan tiga pertanyaan untuk kujawab, apa yang akan kau tanyakan?".
Sangat kejam, sadis, dan menusuk jika ditujukan kepada orang yang sedang tergila-gila padamu
Untuk lulus dari tahap ini, diperlukan sesuatu yang sering kusebut sebagai "pengakuan dosa". "Aku mengakui dosaku, yaitu aku menyukaimu" atau sejenisnya, yang mana akan terasa sangat berat bagi mereka yang pasif, namun tak juga ringan bagi mereka yang aktif. Inilah dinding tebal yang tak harus kalian lewati.
"Pacaran itu aktifitas, bukan status" - Quote dari orang yang ngirim chat.
Diharapkan quote ini bisa menghibur kalian semua yang masih terjebak dalam diam dan tidak berani mengakui dosa. Cheer up! Time waits for no one. :D
Hello, Wamy here. Jumpa lagi disini setelah sekiaaaaaaan lama. Kali ini ngebahas masalah gulagula manis bagi setiap anak muda. Semoga kalian menikmatinya sebagaimana aku menikmati saat-saat menulisnya. Ga nyangka bakal jadi wall of text kayak gini. Hahaha Sebenernya masih ada beberapa tahap lagi setelah tahap keempat itu, akan tetapi perlu diracik sedikit lebih rapi biar ga berakhir gloomy. Jujur, paruh akhir dari tahap keempat juga sudah mulai terasa gloomy, makanya aku memutuskan untuk berhenti sampai disini, setidaknya untuk saat ini. So, I lay my pen down for now.
Yogyakarta, 27 Mei 2015
"Disela-sela sprint review, malah bikin kerangka blogpost"
Udah lama ga nulis teori dan curahan gajelas.
Moga aja yg ini ga repost.
Maklum pelupa :p >_<
1. Alasan Kenapa PSSI Ga Maju adalah Gegara Ketuanya Pernah Dipenjara
Waktu jaman kuliah gw pernah mendapati seseorang bikin pernyataan gini didepan kelas. Waktu itu gw masih ga kenal apa itu logical fallacy, tapi gw tetap ketawa dengar pernyataan ini. Saat itu teman2 sekelas pada menyoraki mendukungnya. Mungkin gegara dia juga menjelaskan dengan menggebu2.
Well, ini pernyataan yang paling bodoh yg pernah gw dengar saat itu.
Semacam kalian gaboleh dengerin dakwah Uje gegara dia dulunya pecandu narkoba, hobi ke diskotik, etc. Itu orang kalo gw tanya "kamu suka dengerin dakwah Uje?" mungkin dia bakal jawab "IYA".
Yah intinya diskriminasi cuma gegara dia pernah dipenjara itu ga baek temantemans.
2. Dont Judge Book (only) by Its Cover
Mungkin ini ada kaitannya juga ama poin 1.
Tapi yg pengen gw tekankan bukan ke poin 1.
Kalo gw telaah lebih lanjut maksud pepatah diatas adalah:
Jangan menilai sesuatu dari tampilan luarnya saja,
Jangan menilai seseorang dari penampilan fisiknya saja,
Jangan menilai console game dari produsennya saja,
dan yg belakangan ini sering kepikiran ama gw: Jangan nilai sebuah device/gadget cuma dari spesifikasi hardware nya saja
Gw masih ingat kali pertama gw pegang macbook.
Canggung banget. Beda lah kalo dibandingin pas beda Windows.
Pas colok mouse, jauh beda speed nya >_<
Lama kelamaan, terbiasa, dan akhirnya lebih nyaman.
Dan seorang dosen gw pernah berkata:
"Kalau sebuah perusahaan memproduksi hardware dan juga software buat hardware tersebut, tentunya performa dari hardware tersebut akan menjadi lebih optimal"
Sejak saat itu gw sering ngeliat brosur atau poster yang ngebandingin hardware lain dengan itu hardware Apple.
I cant resist losing that multi-gesture touch pad, multi-touch magic mouse, that stunning UI, etc.
Sejak pengalaman itulah gw agak cuek kalo ada yg post:
"Ngapain lu beli gadget A buatan Apple kalo lu bisa dapet gadget B dengan spek lebih tinggi, dan harga lebih murah".
Kalo ada yg nanya gitu secara langsung ke gw, bakal gw jawab
"Dont judge book by its cover, and dont judge gadget by its hardware spec"
3. Love Your Bad Dreams More Than Your Good Dreams
Kemaren waktu gw menyatakan kalo gw lebih prefer (malah suka) sama mimpi buruk daripada mimpi indah, anak2 pada kaget.
Sebenernya gw mikir simple aja:
- Mimpi adalah saat dimana sesuatu yang hampir tak mungkin terjadi di dunia nyata terjadi padamu.
- Kalo misalnya sudah terbiasa mimpi buruk, diharapkan kita jadi kebal terhadap apa2 aja hal buruk yang bakal menimpa kita
- Daripada mimpi indah, mending kita berusaha mewujudkannya di dunia nyata. :)
- Lumayan buat nyari adrenaline rush yang jarang didapet :3
3,5. Something better left unsaid, something better left unasked
Rasanya judulnya mayan jelas, deh. Kadang sesuatu lebih baik ga dikasihtau, walau gatel pengen ngasihtau. Kadang sesuatu lebih baik tetap gatau dan ga ditanyakan, walau gatel pengen nanya.
Demi masa depan yang cerah :)
Udah, lumayan dapet 3 poin nih.
Dan belakangan ini jadi sering update blog.
Itu dikarenakan,, mencari pengalihan perhatian disela2 pekerjaan >_<
Hey, salah satu tugasku disini adalah tetap sehat. Baik secara fisik maupun secara mental :p
Gw masih tetap tertutup dan menyimpan banyak rahasia kok. khukhukhu
Please look forward for my next update :) For now, I lay my pen down.
rasa sayang dan keinginan untuk memberi yang terbaik
pertama, kenapa rasa sayang?
kita ambil contoh dengan satu barang, sebut saja A
jika kita memberi barang A kepada si X dan ikhlas,
maka rasa sayang kita kepada si X lebih besar daripada rasa sayang kepada barang A.
got it?
kedua, keinginan memberi yang terbaik
misalkan begini:
Kita sangat menyayangi benda A itu,
tapi kita pikir benda A ini akan lebih bisa diambil manfaatnya jika benda A ini dimiliki si X.
maka, kita ikhlaskan benda A kepada si X, walaupun rasa sayang kepada benda A lebih besar daripada rasa sayang kepada benda X.
Loh kok gara-gara mandi doang bisa jadi lupa ingatan?
Gini,
mari ane jelasin semuanya...
"Semua bermula sejak negara api menyerang..." #plak
Coba ingat-ingat lagi masa lalu kalian.
Contoh kasusnya gini:
Suatu pagi kamu pergi ke kamar mandi,
melakukan aktifitas pagi (misal boker dan/atau mandi) sebelum pergi ke kampus/sekolah.
Pada saat sebelum mandi kamu niat mau bawa catetan punya teman yang kamu pinjam.
Trus pas abis mandi, kamu pergi deh ke kampus/sekolah.
Suddenly, teman kamu nanya:
"Eh, balikin catetanku yang kamu pinjam kemarin!"
Dan ternyata catetannya masih tersimpan rapi di rumahmu,
LUPA DIBAWA
Itulah saat-saat 'EPIC FAIL'
Padahal sebelum mandi kamu masih ingat kalo mau ngebawa itu catetan.
tapi semua terlupakan!
Berdasarkan studi tak resmi dan tak berbau sains yang ane lakukan, ane memperoleh kesimpulan;
Mandi mungkin bisa menyebabkan ilmu yang tertanam ikut luntur terbawa air
-------->
Sangat LOGIS!
Kalo begitu, ane bisa kasih pemecahan singkat yang juga sangat logis:
Ilmunya luntur bersama air,,
jadi kenapa ga diminum aja airnya~?
Lalu dengan indahnya ane akan berkata:
PROBLEM SOLVED!
Kesimpulan:Jangan mandi sebelum ada ulangan/ujian
Kalo masih ga puas dengan pemecahannya atau penyebabnya, ane bisa kasih solusi yang lain:
Hal itu (lupa tadi) disebabkan karena setelah mandi kita melakukan banyak aktifitas lain misalnya berdandan. Nah, karena itulah aktifitas atau hal lainnya langsung dilupakan. Wuush~
Hari ini seperti hari biasa, tapi kok banyak yang update statusnya tentang Earth Day semua yah ? Ternyata hari ini adalah hari bumi. Masalah terbesar yang dihadapi bumi kita saat ini adalah perubahan iklim dunia. Perubahan iklim ini disebabkan oleh gas-gas rumah kaca yang semakin banyak, disebabkan oleh ulah manusia.
Salah satu contoh dari gas rumah kaca ini adalah Karbondioksida (CO2). Gas ini dihasilkan dari proses pembakaran, terutama pembakaran bahan bakar fosil. Jadi untuk mengurangi CO2 yang ada, kita harus mengurangi pemakaian bahan bakar fosil ini. Hal yang paling kecil namun signifikan adalah penghematan listrik. menurut survey, apabila satu rumah mengurangi pemakaian satu buah lampu setiap hari dalam satu bulan, maka mampu mengurangi pelepasan CO2 dari bahan bakar fosil tersebut dalam jumlah signifikan.
Another Joke~~ U Know, HUMAN bernafas mengeluarkan CO2 + H2O. So,, Pengurangan jumlah penduduk juga salah satu langkah mengurangi pemanasan Global. LAKSANAKAN PEMBANTAIAN MASSAL~~~~!!
Melanjutkan teori dari blog teman saya, kali ini saya akan menceritakan beberapa teori lain yang kami temukan dengan tidak sengaja (emangnya Serendipity kali yee).
* Human stupidity - Ban Bocor Entah kenapa, sebagian atau seluruh manusia yang ada melakukan hal bodoh ini. Ketika ban sudah teramat sangat jelas terlihat bocor/kempis, masiih aja di pencet-pencet tuh ban. Cape deeh.
*Human stupidity - Rainy Day Entah kenapa banyak juga orang melakukan hal ini. Ketika hari hujan, otomatis ada genangan air kan. Nah, waktu hujan sudah mau reda dan sisa gerimis saja, kita dapat mengetahuinya dari bintik-bintik air yang jatuh di genangan air. Walaupun sudah melihat dan mengetahui kalau itu masih hujan, entah mengapa masih ada saja orang yang menjulurkan tangannya untuk mengecek apakah hari masih hujan. LoL.
*Human stupidity - Smells Entah kenapa banyak juga orang-orang melakukan hal ini. Misalnya dia mo pasang kaus kaki pada pagi hari, sudah tau tuh kaos kaki bau masih aja ada yang mo nyium2 tuh kaos kaki dulu sebelum di pasang. Misalnya lagi dia terpegang kotoran cicak (eeq), udah tau itu kotoran cicak masih aja tangannya dicium-cium. Parah Bangeed.
*Human Stupidity - Ntar Aja Deh. Ketika seseorang malas hal ini biasanya terjadi. Misalnya saat disuruh merapikan kamar, meja, dll. Kita pasti sering beralasan "Ah biarin aja dulu. Ntar juga kotor/berantakan lagi. Skalian aja ntar".
Misalnya kita menemukan kejadian begini: Bunda : "Hendra, makan dulu" Hendra : "Ah ntar aja deh. Ntar juga lapar lagi"
Bunda : "Hendra, cepat tidur" Hendra : "Ah kapan-kapan aja. Ntar juga ngantuk lagi. Skalian aja deh"
* Human stupidity - Bad Walking Kejadian ini sering terjadi saat kita berjalan dikala panas terik ataupun hari gerimis. Ketika masih ada jalan yang lebih naung, malah ada yang mengambil jalan yang terkena teriknya sinar matahari (kucing aja milih jalan yang naung. lebih begok daripada kucing dong). Begitu pula yang terjadi pada saat gerimis. Ada aja orang yang mengambil jalan yang terkena rintikan hujan (kambing aja milih jalan yang teduh). Konyol deeh.
* Human stupidity - Singkatan dalam Singkatan Apa kepanjangan dari Panwaslu = Panitia Pengawas Pemilu (lha, pemilu kan singkatan lagi).